Sebelumnya, saya mau ucapin SELAMAT HARI RAYA NYEPI bagi yang merayakan yaouw....
Seperti biasa hari ini diawali dengan membuka mata dengan begitu beratnya, namun hari ini hati serasa berbeda karena hari ini adalah hari yang selalu ditunggu. Mengapa seperti itu karena ada sesuatu yang begitu menyegarkan untuk didapati.
Jam dinding telah menunjukan pukul 8.30, langsung bangun hidupkan komputer lalu mandi dengan begitu semangatnya. Entah mengapa energy pagi ini begitu besar terasa menerpa relung jiwa. Dengan hati berseri mulai mandi dan membasuh seluruh tubuh.
Selesai mandi, lalu segera ganti baju. Lalu melihat sang dewa pesan ingin tahu apakah ada pesan atau tidak. Ternyata satu pesan dan 2 kali miscall dari dia yang selalu ditunggu. Bagai hati tersambar petir. Untk kesekian kalinya dia membatalkan janji lagi dengan semua alas an klisenya yang entah harus dipercaya atau tidak. Namun selalu kucoba untuk membiasakan diri dengan semua ini.
Hanya dapat terduduk di kursi dengan menatap layar komputer sambil mendengarkan lagu dari Daniel Powter yang Bad Day, mencoba membiarkan diri untuk tenggelam dalam lagu itu. Mencoba buang semua rasa yang menyiksa seluruh jiwa. Entah sampai kapan ini semua akan berakhir dan kenyataan akan bersahabat denganku. Hingga tidak aka nada lagi kecewa di dalam hati.
Sebenarnya bukan karena dia tidak dating hari ini yang membuatku kecewa, karena telah ku coba untuk membiasakan diri dengan semua ini. Namun karena semua niat baikku yang tidak pernah bisa dia mengerti dan terima. Entah sampai kapan dia akan mengerti apa yang terjadi. Apa yang aku inginkan adalah wujud kasih sayangku terhadapnya. Wujud pengertianku dan wujud tanggung jawabku terhadap hatiku. Namun ada saja alasan darinya untuk menghancurkan semua keinginanku yang sebenarnya untuk kebaikannya sendiri.
Sampai kapan dia akan menjadi lebih dewasa dalam semua hal. Entah sampai kapan dia akan mencoba untuk mengerti. Entah sampai kapan dia akan menjadi lebih mempunyai hati. Mungkin semua hanya hal yang paling mustahil dalam dirinya.
Andai ada cara agar dia bisa mengerti dan menghargai betapa besarnya kasih sayangku kepadanya. Apakah ini hanya mimpiku dalam hati dan imaji? Hanya waktu dan Allah yang akan memberiku jawaban yang pasti. Untuk saat ini hanya sunyi dan sepi yang bisa menghibur diri.
Tepat seklai dengan hari yang suci ini, karena hari ini adalah hari raya nyepi. Walau aku bukan orang yang merayakan hari raya ini, namun hati seras ingin ikut dalam hari ini. Serasa sunyi meyertai denan lagu yang begitu menyayat hati. Serasa indah dalam kehancuran hati ini.

0 komentar:
Posting Komentar